Happiness depends upon ourselves.

Jumat, 04 Juni 2010

cerpen apalah ini~

Sahabatku

Pagi itu aku dan Rio sedang asiknya bermain. Rio, dia adalah teman ku sejak aku masih duduk di taman kanak-kanak, sekarang kami sudah duduk di kelas 1 SMP, kami sekolah di SMP Bina Nusantara atau yang sering di kenal BINUS. Aku sedang asik nya duduk di taman sambil melihat Rio bermain basket, tiba-tiba seseorang memanggil  ku “IFYYY…….”  Aku sangat mengenali suara tersebut, Papahku? Papahku? Dia pulang! Betapa bahagianya diri ku. Dengan sangat respon aku bangun dan berlari dan memeluk papahku, papahku sudah lama tinggal di Perancis dia disana bekerja sebagai Dokter, sedangkan mamah dan kakak ku tinggal di Jakarta bersama ku, di Jakarta mamahku juga tidak hanya berpangku tangan tetapi dia juga bekerja, dia memiliki butik di bilangan Jakrta Selatan. “PAPAAAAH…..” teriak ku sambil berlari dan memeluk ayahku yang sudah hampir 3 tahun meninggalkan Indonesia.
Aku memeluknya dengan air mata membasahi pelupuk ku, tiba-tiba Rio datang menghampiri kami “om, hehe, apa kabar om?’ Tanya Rio “eh Rio, om baik nih, masih setia aja kamu nemenin Ify, makasihya udah mau nemenin Ify, oiya kamu apa kabar Yo?” Tanya papah “hehe, iya dong om aku masih setia nemenin Ify, hehe, seperti yg om liat, aku sehattt, huehehehe” jawab Rio sambil tertawa girang “eh Fy pulang yuk, papah msh mau kangen kangenan sm yg lainnya juga nh” “eh, ayodeh pah” jawab ku” “eh Yo kita pulang dulu ya” sambung ku “okeoke deh Fy, hehe” aku dan ayahku pun pulang kerumah.

 Malam harinya ayahku memanggil “Ify, sini turun kebawah, ada yg mau papah bicarakan” aku pun turun kebawah, “eh ada apa Pah?” “sini papah mau ngomong” jawab papah, aku pun duduk disebelah kakakku, semua anggota keluarga lengkap ada disana, papah, mamah, dan kakakku. “ehm, jadi disini papah mau ngomong penting” mulai papah “apaan pah?” Tanya ka Alvin, “gini gini, kan pekerjaan papah masih banyak tuh di Perancis, jadi…” “jadi papah harus balik ke Perancis lagi? Iya gitu? Aaaaah” potongku dengan nada lesu dan kesal “iyalah kalo soal itu, tp papah mau kalian semua ikut kesana, papah udah urus kuliah Alvin disana, sekolah Ify juga udah kelar” jelas papah, “ha? Apa pah? Kita ikut ke Perancis? YESSSSS” kata Ka Alvin sambil loncat-loncatan, sedangkan aku? Aku kaget setengah mati, aku ke Perancis? Ninggalin Indonesia? Ninggalin sahabat-sahabat aku di Indonesia? Ninggalin RIO? Sahabat aku dari kecil? “berapa tahun pah? Tanya ku dengan berat hati, “ga lama kok Fy, cuman, ya sekitar 6 tahunan lah Fy” “APA?! 6 tahun pah? Yaampun! Ify gamau! Gamau! Gamau pokoknya pah!!!” rengek ku, “tapi Fy, papah udh urus semuanya! Kamu gabisa nolak lagi, lagian kita bakalan balik lagi kok ke Indonesia! Kamu tenang aja” jawab papah setengah marah setengah menenangkan aku “hm, yaudahlah pah, terserah papah aja” jawab ku dengan sedih “kita brgkt kapan pah?” sambungku lagi “besok” jawab papah pendek “yaampun. Ah yaudahlah” batin ku, aku hanya mengangguk tanda setuju.




Keesokan harinya pagi-pagi sekali aku datang kerumah Rio untuk pamit padanya TING TONG TING TONG suara bel rumah Rio yg baru saja aku pencet, “iya tunggu sebentar” jawab seorang laki-laki dan yg tak lain dan tak bukan Rio, mendengar suaranya saja aku sudah ingin meneteskan air mataku “eh Ify, ada apa Fy? Tumben pagi pagi gini kesini? Hari libur pula?” Tanya Rio “eh gini Yo, ada yg pengen gue omongin, ke Taman Kompleks deh yuk Yo” ajak ku “eh eh, ayok deh Fy” jawab Rio bingung. Sesampainya di Taman Kompleks Ify mengajak Rio duduk di bangku taman “sini Yo” kata ku, lalu Rio duduk disebelahku dan bertanya “ada apa sih Fy?” Tanya Rio, “gini gue mau ngomong Yo, hari ini gue mau pergi ke Perancis” kata ku, air mata mulai menggenangi  mataku “he? Perancis? Liburan Fy? Berapa lama? Ehiya, kan kita ga libur, emg nya kita ada libur apa Fy?” Tanya Rio panjang lebar, air mataku mulai meleleh, “loh? Elo kok nangis sih Fy? Ada apa sih sebenernya? Aduh gue bingung ini Fy” kata Rio “gue pengen pindah Yo ke Perancis Yo! Bukan liburan!” air mata ku semakin deras, Rio terdiam lalu berkata “berapa lama?” Tanya Rio “6 tahun” jawabku sambil menangis “yaampun! Lo baru bilang hari gini? Lo pikir 6 tahun itu cmn sebentar apa Fy? Aaah” timbas Rio kesal “ maaf Yo, gue pergi dulu ya” jawab ku lalu memeluk dia sambil tersendu “lo hrs sering chat ym sm gue, chat msn, chat fb, telephone gue, sms gue, semuanya pokoknyaaaaa” jawabnya “iyaaa Yo iya! Pasti kok” jawab ku sambil melepas pelukan ku “janji?” Tanya Rio sambil mengulurkan jari kelingkingnya “janji!” jawabku sambil mengulur kan jari kelingking ku juga dan menyatukan jari kami sambil tersenyum “oke Yo, gue pergi dulu ya” jawab ku sambil memeluknya, kali ini tanpa ada air mata di mataku melain kan senyuman “oke Fy, jaga diri baik baik ya Fy, jangan lupain gue, gue saying sam lo Fy” jawab Rio sambil melepas pelukan kami “iya Yo iya, gue juga saying banget sama lo Yo” jawabku juga, lalu aku pun pergi meninggalkan Rio, aku menaiki mobil dan tiba-tiba Rio memanggil ku “IFYYYYYYY…….JAGA DIRI BAIK BAIK YA!!!!” “IYA YOOOOO…….LO JUGA YA YOOO” teriak ku kepada Rio.


6 Tahun kemudia~~~~
Aku baru saja sampai di Indonesia. Entah kenapa aku ingin sekali ke Taman Kompleks, sesampainya aku disana aku melihat sesosok laki-laki tampan yg sedang duduk sendiri di bangku taman, dengan sangat refleks aku berlari sambil memanggil namanya “RIOOOOOOOOOOOOOOOOO”  lalu laki-laki itu menoleh dan tersenyum pada ku, “hey fy, hehe” jawab nya enteng lalu mendekati aku dan memelukku dengan erat “kangen euy” katanya santai “jiakakaka, gue juga nih yo, long long long time no see ya kite?” “haha, iya Fy, eh kangen gue main sama lo, main yuk di Taman Kompleks ini, main ayunan yukkk” ajak nya “jaaaah, elu mainnya masih kaya anak kecil aja yo, udah gede nh, haha” “ih biarin aja deh, haha, udah yuk main” “hahahaha, ayok deh, hahah” jawab ku senang sambil menebar senyuman, Hari itu adalah hari terindah ku dimana aku bisa kembali ke Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar